Senin, 17 Januari 2011

Essay mengenai Fasilitas Publik


MENYIKAPI PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN FASILITAS UMUM

Mengacu pada pengertian sebenarnya bahwa Fasilitas umum adalah prasarana yang dikuasai negara, dibiayai sebagian atau seluruhnya oleh anggaran dan belanja negara yang pemakaiannya atau peruntukkannya adalah untuk khalayak umum. Menilik berbagai fasilitas umum yang telah disediakan negara yang tentunya sangat mendukung bagi setiap individu sudah beraneka ragam dan memadai meskipun kualitasnya masih tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Setiap individu pastinya sudah merasakan efek positif dari berbagai fasilitas umum yang telah ada, bahkan keberadaan fasilitas tersebut merupakan sebuah penunjang bagi keberhasilan individu tersebut.
Berbagai bentuk fasilitas yang disediakan pemerintah banyak yang tidak berfungsi lagi yang dikarenakan proses penggunaan dan pemeliharaan yang salah. Misalnya saja halte bus yang seogianya adalah tempat untuk memberhentikan dan menaikkan penumpang namun fasilitas itu disalah gunakan oleh loper koran, pengamen-pengamen dan juga menjadi lapak jualan oleh pedagang kaki lima, mereka menggantungkan jualan dan duduk bersila diareal halte seolah tempat tersebut disediakan bagi mereka, belum lagi ulah segelintir orang yang tidak bertanggung jawab yaitu mencoret coret dan merusak halte bahkan menjarah kaca-kaca dan dudukan halte tersebut. Contoh lainnya adalah trotoar yang diperuntukkan bagi sipejalan kaki namun disalah gunakan oleh pedagang-pedagangang yang berjualan disepanjang trotoar, layaknya pajak tradisional aneka jenis dagangan mereka perjual belikan disana. Tanpa sedikitpun rasa bersalah dan bahkan tidak menyadari betapa merugikannya perbuatan tersebut. Contoh tersebut hanya satu dari banyak contoh penyalahgunaan fasilitas umum, belum lagi penyalahgunaan fasilitas lain seperti telepon umum, lampu jalan (penerangan), jalan tol, wc umum, taman kota, terminal atau stasiun, bus umum,  rambu-rambu lalu lintas dan masih banyak fasilitas lain yang dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sangat banyak dampak negatif dari penyalahgunaan dan perusakan fasilitas umum tersebut, misalnya kemacetan akan semakin parah karena pengguna jalan tidak dapat lagi menggunakan trotoar yang sebenarnya diperuntukkan bagi sipejalan kaki tersebut, karena disalah fungsikan sebagai tempat berjualan. Penerangan akan terganggu karena pengerusakan lampu jalan, Demikian juga sama halnya dengan fasilitas lain tentunya memiliki dampak yang sama. contoh lain yang paling nyata dan berdampak bagi buruk bahkan merenggut jiwa adalah perusakan dan penjarahan rambu-rambu lalu lintas dan juga pembatas jalan yang di jarah oleh oknum yang tidak bermoral. Dengan dirusaknya rambu tersebut maka sipengguna jalan tidak lagi mengetahui sign yang seharunya digambarkan melalui keberadaan rambu tersebut Pencurian rel kereta api yang akhir-akhir ini sangat meresahkan salah satu kasus terparah dimana karena perbuatan itu kecelakaan kreta api sangat sering terjadi.
Bila kita berpikir jauh kedepan dan lebih mengedepankan moral dan logika maka betapa bodohnya dan tidak bermoralnya perbuatan merusak itu karna selain dapat merugikan diri sendiri dan orang lain hal ini juga dapat merugikan negara dan khususnya merugikan setiap individu masyarakat, banyangkan saja betapa akan berantakannya negara jika seluruh fasilitas umum yang ada dirusak sehingga tidak dapat di gunakan lagi maka tentunya juga akan mempengaruhi dan sangat mengganggu sektor lainnya seperti sektor ekonomi dan juga pariwisata, seperti diuraikan diatas sangat banyak dampak negatif dari pengerusakan fasilitas umum tersebut. Berpikir secara logis tidakkah kita menyadari biaya dari pembangunan berbagai fasilitas itu adalah dari uang kita sendiri yang diwujudkan dari pembayaran pajak dan kutipan-kutipan resmi lainnya? Mengapa kita merusak barang kita sendiri tidakkah lebih baik menjaga dan memeliharanya…
Dengan demikian fasilitas umum yang disediakan oleh negara yang pendanaannya adalah dari uang rakyat maka tentunya harus kita gunakan dengan baik yang tentunya untuk menambah dan mempermudah efisiensi kehidupan kita sehari-hari. Merusak adalah perbuatan yang tidak bertanggung jawab dan bertentangan dengan norma hukum. Sebaliknya pemeliharaan adalah salah satu perbuatan yang mendukung program pemerintah dan berdampak positif bagi banyak orang. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memelihara failitas tersebut salah satu diantaranya tidak menyalah gunakan fasilitas, membersihkan dan melarang atu melaporkan orang yang akan merusak fasilitas umum tersebut. Bilamana kita tidak mampu merawat fasilitas tersebut paling tidak kita tidak merusaknya., demikian juga pemerintah ada baiknya lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas fasilitas yang ada, mungkin lebih baik lagi jika menambah fasilitas umum secara merata disetiap wilayah negara indonesia. Pembangunan yang tidak merata tentunya juga akan menimbulkan semacam kesenjangan dan keberhasilan yang tidak merata.
           

Senin, 22 November 2010

uppasa batak

UMPASA NI NAPOSO BULUNG. (Buat orang-orang muda)

Jolo tiniktik sanggar laho bahenon huru-huruan,
Jolo sinukkun marga asa binoto partuturan.

Tudia ma luluon da goreng-goreng bahen soban,
Tudia ma luluon da boru Tobing bahen dongan.

Tudia ma luluon da dakka-dakka bahen soban,
Tudia ma luluon da boru Sinaga bahen dongan.

Manuk ni pealangge hotek-hotek laho marpira
Sirang na mar ale-ale, lobianan matean ina.

Silaklak ni dandorung tu dakka ni sila-sila,
Ndang iba jumonok-jonok tu naso oroan niba.

Metmet dope sikkoru da nungga dihandang-handangi,
Metmet dope si boru da nungga ditandang-tandangi.

Torop do bittang di langit, si gara ni api sada do
Torop do si boru nauli, tinodo ni rohakku holoan ho do

Rabba na poso, ndang piga tubuan lata
Hami na poso, ndang piga na umboto hata

UMPASA MANJALO TINTIN MARANGKUP. (Untuk pasangan saat tukar cincin)

Bulung namartampuk, bulung ni simarlasuna,
Nunga hujalo hami tintin marangkup,
Dohonon ma hata pasu-pasuna.

Hot pe jabu i, tong doi margulang-gulang
Sian dia pe mangalap boru bere i, tong doi boru ni Tulang.

Sai tong doi lubang nangpe dihukkupi rere,
Sai tong doi boru ni Tulang, manang boru ni ise pei dialap bere.

Amak do rere, dakka do dupang,
Anak do bere, Amang do Tulang.

Asing do huta Hullang, asing muse do huta Gunung Tua,
Asing do molo tulang, asing muse do molo gabe dung simatua.